u
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2015


Cahaya matahari hanya bisa mengintip dari sela-sela pepohonan yang masih rimbun di musim peralihan ketika YogYES sampai di Dusun Pokoh 1, lokasi Air Terjun Lepo berada. Lepo merupakan kependekan dari Ledok Pokoh yang berarti lembah di Dusun Pokoh. Mengikuti jalanan menurun dan bersemen, akhirnya kami sampai di lokasi air terjun sekaligus pemandian alami di pelosok Dlingo ini. Terlihat beberapa remaja dan anak-anak asyik berenang dengan pelampung sambil bercanda dan sesekali melompat dari batu besar di tepi kolam. Tak ingin mengganggu keasyikan mereka, kami berjalan menuju kolam di bagian bawah yang lebih sepi.
Air terjun Lepo memang tak hanya memiliki satu kolam alami untuk berenang dan bermain air. Sekilas Lepo sangat mirip dengan Erawan Falls di Erawan National Park, Thailand. Ada 4 tingkat kolam alami yang dihubungkan oleh 3 air terjun di tempat wisata yang mulai dikembangkan tahun 2013 ini. Masing-masing kolam alami memiliki kedalaman yang beragam. Kolam pertama yang kami lihat ketika sampai tempat wisata ini kedalamannya mencapai 2 meter. Di kolam inilah remaja maupun orang dewasa biasanya berenang.
Menyusuri jalan setapak dan tangga batu di sisi air terjun, YogYES sampai di tingkatan kolam kedua. Kolam yang paling luas ini kedalamannya hanya sebatas pinggang orang dewasa, sehingga lebih aman jika anak-anak bermain air di kolam ini. Meskipun tak jarang anak-anak memilih berenang di kolam pertama. Kolam kedua ini dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang tersusun eksotis. Sebuah titian batu dan selokan kecil menambah kecantikannya. Ceruk batu di salah satu sisi kolam menjadi spot terbaik menikmati air terjun di tingkat ini. Tampak beberapa remaja asyik memanfaatkan ceruk batu ini untuk ber-groufie. Sedangkan sebagian lainnya lebih memilih bermain air di dekat air terjun.
Tingkat ketiga adalah kolam yang paling dangkal, hingga bagian dasarnya yang tertutup endapan kapur pun terlihat dari permukaan air. YogYES kembali menyusuri jalan setapak dan tangga-tangga batu untuk sampai di kolam ketiga. Bagian yang menarik di kolam ketiga adalah tebing-tebing batu di sekitar air terjun yang berbentuk balok, seolah sengaja dipotong oleh tangan-tangan manusia. Karena tak ada persiapan baju ganti, kami harus puas hanya bermain air di kolam yang kedalamannya hanya mencapai lutut orang dewasa ini. Padahal, sejak pertama kali melihat warna turquoise yang mengisi kolam-kolam Air Terjun Lepo, kami sudah tak sabar untuk menceburkan diri ke dalam segarnya air. Tak berhenti di kolam ketiga, air terus mengalir ke kolam keempat sekaligus kolam terakhir. Tingkatan ini kira-kira sama dalamnya dengan kolam pertama namun jauh lebih sempit.
Sejuknya udara pegunungan dan keseruan bermain air telah menyihir kami hingga lupa kalau perut sudah mulai berdendang. Untungnya di sekitar Air Terjun Lepo sudah banyak warung-warung makan sederhana yang menyajikan beragam menu. Selain warung-warung makan, pengelola tempat wisata ini juga menyediakan kamar mandi, aula sederhana serta persewaan pelampung dan tikar. Serunya, untuk menikmati kecantikan Air Terjun Lepo, kita hanya perlu memberikan retribusi seikhlasnya serta tetap menjaga kebersihan dan keindahannya.
Sebagian besar wisatawan domestik saat liburan di Bali akan memilih objek wisata di Bali selatan, hal ini disebabkan karena objek wisata di bagian selatan Bali telah memiliki sarana dan prasarana lengkap untuk menjadi tempat wisata.Seperti dekat dengan Bandara Ngurah Rai, tersedia banyak pilihan hotel dan restoran, serta Bali selatan adalah tempat terbaik jika wisatawan ingin wisata ke pantai pasir putih di Bali.


Saat ini terjadi trend di kalangan wisatawan domestik yang sering berlibur di Bali untuk melakukan aktivitas wisata yang bersifat petualangan ke alam. Pulau Bali menyediakan aktivitas wisata alam yang dikelola secara professional sehingga menarik minat wisatawan domestik untuk mencoba.Aktivitas wisata Alam yang saat ini lagi trend di Bali seperti Bali rafting, trekking dan wisata bersepeda. Jika aktivitas rafting dan wisata bersepeda pastinya anda sudah tahu, bagaimana dengan aktivitas trekking?

Tempat terbaik untuk trekking di Bali ada tiga yaitu:

1. Tempat wisata Ubud. Aktivitas trekking di areal persawahan dengan pemandangan sawah terasering.
2. Tempat wisata Kintamani. Aktivitas trekking mendaki gunung Batur.
3. Kabupaten Buleleng, satu-satunya tempat trekking di Bali dengan pemandangan air terjun.


Di halaman ini, saya akan menuliskan tentang wisata trekking air terjun Gitgit Buleleng Bali.

Lokasi Air Terjun Gitgit

Sebagian besar lokasi air terjun di Bali berada di daerah Bali utara tepatnya di Kabupaten Buleleng dan salah satunya adalah air terjun Gitgit Buleleng Bali.

Lokasi air terjun Gitgit Buleleng Bali berada di Desa Gunung Luwih Gitgit Bali Utara tepatnya di Kabupaten Buleleng.

Jika anda berangkat dari Kuta Bali, akan menempuh jarak kurang lebih 80 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 30 menit perjalanan.

Untuk mempermudah mencari lokasi dari air terjun Gitgit Buleleng Bali, silakan klik link di bawah ini untuk melihat peta di Google Map.

Lokasi Air Terjun Gitgit Buleleng Bali.
Lokasi dari air terjun Gitgit Buleleng Bali lebih mudah dicapai, dibandingkan dengan lokasi air terjun di Buleleng yang lain seperti, air terjun Sekumpul atau air terjun Munduk.

Kemudahan untuk mencari lokasi dari air terjun Gitgit karena letak dari air terjun Gitgit tidak terlalu jauh dengan jalan raya yang menghubungkan Denpasar, Bedugul dengan kota Singaraja (ibu kota Kabupaten Buleleng).

Di perjalanan untuk menuju air terjun Gitgit, anda akan melintasi melewati kawasan obyek wisata Bedugul. Di objek wisata yang menari di Bedugul Bali adalah kebun raya dengan udara sejuk dan objek wisata danau Beratan.

Jalanan menuju lokasi air terjun Gitgit sudah dengan aspal hot mix, tetapi karena lokasi dari air terjun berada di kawasan pengunungan, maka jalanan akan banyak tanjakan serta turunan yang berliku-liku terkadang jalanan akan diselimuti kabut yang membuat jarak pandang menjadi pendek.

Cara terbaik menuju lokasi air terjun Gitgit Buleleng Bali adalah menggunakan jasa sewa mobil + supir di Bali agar memudahkan perjalanan anda.

Biaya Tiket Masuk



Setelah anda tiba di areal parkir objek wisata air terjun Gitgit, untuk menuju loket masuk air terjun Gitgit anda harus berjalan kaki sekitar 50 meter melewati tangga dengan lantai batu paving dan ada pembatas besi dipinggir jalan setapak.

Selama perjalanan dengan berjalan kaki menuju loket masuk air terjun Gitgit, anda akan melihat pemandangan sawah dengan suasana pedesaan, serta melewati beberapa kebun cengkeh dan kebun kopi.

Setiap pengunjung yang akan masuk ke kawasan obyek wisata air terjun Gitgit dikenakan tiket masuk Rp. 5000 / dewasa dan Rp 3.000 / anak.

Gambar Wisata


Featured Posts